Senin, 08 November 2010

Aku Tak Mencintaimu

Aku tak mencintaimu seperti halnya garam yang tercipta dari lautan
atau sepucuk panah yang diterbangkan oleh anyelir
 
Aku mencintaimu seperti pula kegelapan yang tersembunyi dalam diri
Bagai sebuah misteri antara bayangan dan jiwa
 
Aku mencintaimu bagaikan tanaman yang tak pernah mekar
Tapi yang bercahaya dalam tersembunyinya bunga
 
Aku mencintaimu tanpa pernah tahu mengapa, kapan dan dimana ia bermula
Aku mencintaimu apa adanya, tanpa kerumitan atau kebanggaan diri
Dan dengannya aku mencintaimu, karena aku tak tahu cara lainnya
 
Sehingga ketika aku tiada, begitupun dirimu
Begitu dekat sehingga tanganmu di dadaku adalah tanganku
Dan ketika matamu terpejam maka akupun tertidur
 
* * *
 
Untukmu Nina Restiana, dan tidak selainnya...

Senin, 11 Oktober 2010

Aku Mencintaimu

Aku mencintaimu
Dan kau adalah bunga dari doa yang kupanjatkan

Dengan segala kehinaan yang melekat pada diriku
Aku hanya minta engkau agar melihatku

Aku tahu aku adalah hantu
Yang pertama kau lihat saat melihat dunia
Tapi kumohon mengertilah keadaanku
Dan jarak yang memisahkanku denganmu

Bilamana telah penat hatimu
Akan ada satu manusia yang tetap menunggu
Dan itu adalah aku



Sukabumi, 11 Oktober 2010 - 0:03

Minggu, 10 Oktober 2010

Aku Pun Tak Seperti Yang Kau Kira

Hanya karena aku bergaya bak pujangga
Yang merubah kata menjadi bunga
Maka bukanlah berarti
Aku seorang pendusta

Hanya karena aku terlihat bagai perayu wanita
Yang tak lekang memberi puji dan puja
Maka bukanlah berarti
Aku tak bisa setia

Kau pernah bilang padaku
Untuk tak salah mengartikan dirimu
Maka lakukanlah juga itu padaku

Kau pernah membawakan sabda suci
Bahwa tak selamanya yang baik bagiku adalah baik pula di mata-Nya
Lalu apakah salah bila aku memilih engkau sebagai yang terbaik bagiku?

Aku hanya mencintaimu
Tanpa syarat dan tanpa tuntutan agar kau balas
Tak jugakah engkau mengerti?


Sukabumi, 9 Oktober 2010 - 03:25

Maafkanlah Aku

Aku tak akan pernah berhenti
Dan tak akan menyerah
Untuk membuat diriku masuk dalam hatimu
Sampai saatnya nanti
Kau menemukan apa yang kau cari
Atau aku yang pergi

Jelita

Kau terlalu indah untuk beranjak dari kalbuku
Untuk kesekian kali
Dan aku telah memunajatkan diriku yang hina
Bahwa tak akan surut layar yang telah kukembangkan

Maafkanlah aku
Juga kekeraskepalaanku

Jumat, 08 Oktober 2010

Jika Tuhan Membawa Engkau Kepada Cinta...

Ce : Mengapa kamu menyukai saya?
 
Co : Saya tidak dapat menjelaskan alasannya.
Tetapi saya sungguh menyukai engkau
 
Ce : Kamu bahkan tidak dapat memberikan alasan kepada saya
Bagaimana kamu dapat berkata menyukai saya?
Bagaimana kamu dapat berkata kamu mencintai saya?
 
Co : Saya sungguh tidak tahu alasannya,
tetapi saya dapat membuktikan bahwa saya mencintai kamu.
 
Ce : Bukti? Tidak!
Saya mau kamu menjelaskan alasannya.
Pacar kawan saya dapat berkata kepada kawan saya
bahwa dia mencintai kawan saya, tetapi kamu tidak dapat!
 
Co : Ok ok!!!
Hmm karena kamu cantik,
karena suaramu enak didengar,
karena kamu penuh perhatian,
karena kamu mengasihi,
karena kamu bijaksana,
karena senyummu,
karena setiap gerakanmu
 
Sayangnya, beberapa hari kemudian,
sang cewek mengalami kecelakaan dan mengalami koma.
Sang cowok kemudian menaruh surat di sisinya,
dan isinya sebagai berikut:
 
 
Kekasihku,
Karena suaramu yang merdu saya mencintaimu.
Sekarang dapatkah kamu berbicara?
 
Tidak!
Oleh karena itu saya tak dapat mencintaimu.
 
Karena kamu penuh perhatian dan peduli
maka saya menyukaimu.
Sekarang kamu tidak dapat menunjukkannya,
oleh karena itu saya tak dapat mencintaimu
 
Karena senyummu, karena setiap gerakanmu
maka saya mencintaimu
Sekarang dapatkah kamu tersenyum?
Dapatkah kamu bergerak?
Tidak!
Karena itu saya tak dapat mencintaimu..
 
Jika cinta memerlukan alasan,
seperti sekarang,
maka tidak ada alasan lagi bagi saya untuk mencintai engkau lagi.
Apakah cinta memerlukan alasan?
TIDAK!
Oleh karena itu, saya masih tetap mencintaimu
dan cinta tidak memerlukan alasan
 
Ketika mencintai seseorang
jangan pernah menyesal dengan apa yang pernah kamu lakukan
menyesallah terhadap apa yang tidak pernah kamu tidak lakukan.
 
Jika Tuhan membawa engkau kepada cinta..
Dia akan memampukan engkau untuk bisa mengatasinya.

Kamis, 07 Oktober 2010

Keindahanmu

Saat aku tak tahu lagi apa yang harus kulakukan
Aku teringat dirimu
Senyummu, dan sedikit kenangan akan suaramu yang merdu

Tahukah engkau apa yang terlintas dalam hatiku
Saat memandangi foto-foto dirimu?

Ya Allah, betapa cantiknya ia!
Tak hanya keindahan yang tercipta pada siapa yang memandang
Juga (dan ini yang membuatku lebih terpesona)
Kecantikan di dalam hati yang menggetarkan jiwa

Aku membayangkan
Siapa yang akan memilikimu kelak
Adalah manusia yang paling diberkahi Allah
Di alam ini



Bantargebang, 7 Oktober 2010 21.28

Selasa, 05 Oktober 2010

Akhirnya Ku menemukanmu - Naff

akhirnya ku menemukanmu
saat hati ini mulai meragu
akhirnya ku menemukanmu
saat raga ini ingin berlabuh

ku berharap engkau lah
jawaban sgala risau hatiku
dan biarkan diriku
mencintaimu hingga ujung usiaku

jika nanti ku sanding dirimu
miliki aku dengan segala kelemahanku
dan bila nanti engkau di sampingku
jangan pernah letih tuk mencintaiku

akhirnya ku menemukanmu
saat hati ini mulai meragu
akhirnya ku menemukanmu
saat raga ini ingin berlabuh



Cinta Adalah...

Cinta adalah ketika kamu menitikkan air mata, tetapi masih peduli terhadapnya
Cinta adalah ketika dia tidak mempedulikanmu, kamu masih menunggunya dengan setia
Cinta adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum
sambil berkata, Aku turut berbahagia untukmu

Siapakah Rimba?

Segumpal puisi tak bertanggal ini kutemukan ketika kubuka kembali catatan-catatan lama. aku masih ingat waktu yang menyertainya, dan bayanganku kembali ke masa itu...

Siapakah Rimba?

Aku menghubungimu
Dan yang kau tanyakan adalah
Apakah aku pemilik dari nama itu!

Dan aku cemburu...

Minggu, 03 Oktober 2010

Sabtu, 02 Oktober 2010

Bila Nanti Kau Milikku - Naff

Temani.. Temani aku
Temani.. Temani aku
Bila nanti kau milikku
Bila nanti aku milikmu

Mencintaimu kurasakan begitu indah
Kasih sayangmu kurasakan sungguh sempurna
Ku bahagia bila ragamu di sampingku
Ku merasa tenang bila tanganmu memelukku

Temani.. Temani aku
Temani.. Temani aku

Menyayangimu kulakukan setulus hatiku
Mengagumi membuatku merasa tenang
Ku bahagia bila ragamu di sampingku
Ku merasa tenang bila tanganmu memelukku

Bila nanti kau milikku
Temani aku saat aku menangis
Bila nanti aku milikmu
Temani aku hingga tutup usiaku

Ku bahagia bila ragamu di sampingku
Ku merasa tenang bila tanganmu memelukku

Bila nanti kau milikku
Temani aku saat aku menangis
Bila nanti aku milikmu
Temani aku hingga tutup usiaku

Bila nanti kau milikku
Temani aku saat aku menangis
Dan Bila nanti aku milikmu
Temani aku hingga tutup usiaku

Temani.. Temani aku
Temani.. Temani aku

Bila nanti kau milikku
Bila nanti aku milikmu


Kamis, 30 September 2010

You're Still You - Josh Groban

Through the darkness
I can see your light
And you will always shine
And I can feel your heart in mine
Your face I've memorized
I idolize just you

I look up to
Everything you are
In my eyes you do no wrong
I've loved you for so long
And after all is said and done
You're still you
After all
You're still you

You walk past me
I can feel your pain
Time changes everything
One truth always stays the same
You're still you
After all
You're still you

I look up to
Everything you are
In my eyes you do no wrong
And I believe in you
Although you never asked me to
I will remember you
And what life put you through

And in this cruel and lonely world
I found one love
You're still you
After all
You're still you

Kau Tetaplah Engkau

Kau mungkin mengatakan bahwa kau hanyalah manusia biasa
Sama seperti mereka yang biasa kukenal
Yang bisa bercanda, tertawa lepas dan jatuh cinta
Yang bisa terluka, kecewa dan patah hati
Tapi dimataku, kau tetaplah engkau

Kau mungkin berkeras bahwa engkau tidaklah sempurna
Bahwa kau pun insan yang pernah berdosa
Dengan segala kelemahan dan kekurangan yang kau miliki
Dengan segala ambisi dan keinginan yang ada di dalam hatimu
Tapi dimataku, kau tetaplah engkau

Aku tidak pernah berkata bahwa kau sempurna
Karena kesempurnaan itu hanyalah milik Dia Sang Pencipta
Aku hanya berkata bahwa dalam sejarah hidupku
Tak pernah kujumpai wanita sebegitu tanpa celanya seperti dirimu
Dan engkau tahu bahwa aku tidak berdusta

Lihatlah ke sekeliling dirimu!
Begitu banyak pasir dan debu
Sementara engkau adalah intan manikam
Yang terserak di antaranya

Pernahkah engkau sadari begitu berharganya dirimu?
Begitu indahnya apa yang telah Dia anugerahkan untukmu?
Begitu istimewanya dirimu di mata banyak manusia?

Aku bukanlah sang pujangga
Yang ahli merangkai kata demi kata
Tapi demi Dia yang menciptakanku!
Akan kubuat puisi terindah
Hanya demi untukmu seorang

Apapun yang akan terjadi kelak
Aku akan tetap memujamu seperti sediakala
Karena bukanlah sang pencinta
Ketika dia pergi dari yang dicintainya
Walaupun semenjana



Untuk Nina Restiana
Sukabumi, 29 September jam 21.00

Selasa, 28 September 2010

Fotonya di Komputerku

Wallpaper dirinya di komputerku. Jujur saja fotonya sering ganti-ganti, tapi tetap foto dia! :)

Senin, 20 September 2010

I Love You...

Dari sejak pertama mengetahuinya dalam film "Patch Adams" yang dibintangi oleh Robin Williams, aku sudah menyukainya. Aku akui puisi ciptaan Pablo Neruda ini sangat tepat dengan apa yang aku rasakan terhadap Nina...

* * *

I do not love you as if you were salt-rose, or topaz,
or the arrow of carnations the fire shoots off.
I love you as certain dark things are to be loved,
in secret, between the shadow and the soul.

I love you as the plant that never blooms
but carries in itself the light of hidden flowers;
thanks to your love a certain solid fragrance,
risen from the earth, lives darkly in my body.

I love you without knowing how, or when, or from where.
I love you straightforwardly, without complexities or pride;
so I love you because I know no other way

than this: where I does not exist, nor you,
so close that your hand on my chest is my hand,
so close that your eyes close as I fall asleep.


Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana

“aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api
yang menjadikannya abu…

aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan
yang menjadikannya tiada…”

— Sapardi Djoko Damono

Minggu, 19 September 2010

Foto Nina dari Multiply

Foto yang kudapat dari profil Multiply-nya. Luar biasa cantik!

Kenangan Manis?

Aku adalah lelaki yang pernah gagal dalam membangun rumahtangganya, dan aku tidak penah bangga akan hal ini. Aku selalu berharap bahwa pernikahanku akan menjadi pernikahan yang sesuai dengan pedoman Rasulullah SAW, tapi tampaknya Allah lah yang lebih mengetahui mana yang terbaik untuk hamba-Nya. Sepanjang berlalunya tahun dalam kehidupanku, aku tak pernah melupakan wajah seorang wanita yang begitu istimewa, meskipun sungguh tak ada yang bisa kuceritakan kepadamu mengapa dan bagaimana aku bisa mengingatnya sedemikian rupa. Mungkin bagi manusia lain, cukup lah satu kenangan manis yang akan membuat dia terikat pada masa lalu, sedangkan aku? Sepanjang ingatanku, tak pernah ada yang namanya “kenangan manis” itu, dan itu apabila kau mendeskripsikannya sebagai cinta yang tak bertepuk sebelah tangan. Selama ini hanya aku yang begitu memujanya, begitu mendambanya dan memimpikannya untuk mendampingiku. Tak terhitung bayang masa depan bersama dia. Aku tahu aku akan bahagia dunia dan akhirat bila aku bisa mendapatkan hatinya, dan aku pun tahu bahwa kehidupanku kelak akan sesuai dengan tuntunan syariat karena mempunyai seorang pendamping yang shalihah.

Tapi manusia berencana Tuhan yang menentukan. Aku tak bisa merubah hati sesiapa pun. Dia tetap pada kehidupannya (dan mungkin pada cintanya dengan yang lain), dan aku yakin tak pernah terbersit satu titik dia mengetahui keberadaanku! Tapi kalau itu kemudian membuat aku kecewa sebegitu rupa, maka tak lah begitu keadaannya. Dari sejak semula aku telah meyakinkan kepada diriku bahwa aku tidak pernah pantas untuk bersanding dengannya (bukankah telah kukatakan kepadamu sebelumnya?). Usiaku dan dia berbeda begitu jauh, dan statusku saat ini sebagai seorang duda semakin menutup kesempatanku untuk bahkan menarik sedikit perhatiannya. Aku tak pernah menyesali keadaan ini, karena aku sadar aku tak bisa mengubah sesuatu yang telah Allah gariskan kepadaku. Aku hanya ingin dia tahu bahwa ada satu orang di dunia ini yang begitu memujanya, begitu ingin tahu akan semua tentangnya.

Nina, kau mungkin hanyalah satu orang bagi dunia, tapi kau juga bisa menjadi dunia bagi satu orang...

Sabtu, 18 September 2010

Perpisahan Dengan Nina

Sebelumnya sudah kuceritakan kepadamu saat-saat pertama perjumpaanku dengan Nina. Hmm... bahkan ketika tanganku sedang menuliskan kata-kata ini pun ingatanku melayang kembali ke masa itu, masa yang sungguh tak dapat kulupakan.

Tapi semakin aku memikirkannya, semakin aku merasa begitu tidak pantas untuk bersanding dengannya. Dia bagaikan sekuntum mawar indah yang belum tersentuh kumbang, begitu suci dan murni bak kertas putih tak tertulisi. Sedangkan aku? Hmmm... cukuplah diriku sendiri yang mengetahui, yang jelas aku bukanlah lelaki sempurna yang layak untuk dirinya. Sejujurnya aku sadar bahwa tak ada setitik kesempatan untuk mendapatkannya, apalagi bila melihat sikapnya setiap kali kudekati yang sungguh hanya menerbitkan kesedihan belaka di hati.

Aku pun kemudian memilih untuk sibuk dengan kehidupan pribadiku sendiri tanpa kehadirannya di hatiku (walaupun hanya Tuhan yang tahu betapa sulitnya hal itu!). Bayangannya selalu hadir, baik disengaja ataupun tidak, dan setiap kali aku melewati toko ibunya, aku selalu menyempatkan diri untuk melihatnya walaupun hanya sekejap saja, demi berharap bahwa saat itu ada sesosok makhluk indah yang sedang berada disana.

Kemudian kutahu bahwa dia melanjutkan pendidikannya ke luar pulau Jawa, yaitu Aceh. Disanalah tempat ayahnya berasal, dan disana pula dia kini tinggal bersama dengan kakaknya yang telah terlebih dahulu menetap di bumi Serambi Mekah tersebut. Aku memutuskan untuk menghubunginya sebelum semuanya terlambat, dan segera kuminta nomor telepon dari saudaranya yang masih tinggal di pemukiman yang sama denganku. Jantungku berdebar kala kutekan nomor-nomor yang sebentar lagi akan membuatku tersambung dengan suaranya... tapi kemudian kubatalkan.

Entah kenapa, aku begitu tidak mempunyai keberanian untuk berbincang-bincang dengan wanita yang kucintai! Yang aku lakukan kemudian adalah mengirimkan pesan tulisan untuk dirinya, menanyakan apakah dia sudah berangkat. Dia ternyata sedang berada di bandara, dan dari jawabannya yang singkat (yang sudah dapat kuduga sebelumnya), tahulah aku bahwa perasaannya kepadaku tetaplah seperti dulu dan tak berubah: menganggapku sama seperti lelaki lain yang berlalu sekejap saja dari kehidupannya.

Ya sudahlah. Aku sendiri telah mempersiapkan hal ini akan terjadi padaku: wanita yang kudamba akan mengacuhkanku. Siapalah aku yang menginginkannya, bukankah telah kuyakinkan kepada diriku sendiri bahwa aku tidak pantas untuk bersanding dengannya? Aku pun melanjutkan kehidupanku, dan dia pun sama.

Jumat, 17 September 2010

Nina Sebagai Pelajar Sekolah

Yang manakah Nina? Itu dia gadis paling belakang paling kiri!

Nina Sebagai Mahasiswa Syiah Kuala
























Awal Pertama Aku Mengenal Seorang Gadis Bernama Nina Restiana

Ini adalah tulisan pertamaku di blog yang khusus kupersembahkan untuk seorang gadis istimewa bernama Nina Restiana.

Hmmm... darimana harus kumulai? Mungkin lebih tepat kalau kuceritakan kepadamu mula pertama aku bertemu dan mengenalnya. Saat itu dia masih begitu kecil dan lucu, sementara aku? Haruskah kuberitahukan kepadamu bahwa perbedaan usia antara aku dan dia adalah 11 tahun, perbedaan yang lumayan menjadi “jurang” penghambat, setidaknya bagi diriku! Hahaha...

Dia adalah adik dari teman baruku Leo yang pindah ke pemukiman tempat aku tinggal. Saat pertama aku melihatnya, aku langsung bergumam: Subhanallah! Gadis sekecil ini kelak akan membuat banyak pria patah hati karena mendambanya! Betapa tidak, di usia yang semuda itu dia sudah menunjukkan “gejala” keindahan yang hanya akan membesar seiring dengan pertambahan umurnya, dan aku membayangkan kalau saja usiaku tak berbeda jauh dengan dia...

Seringkali aku melihat dia bermain-main sendiri dan bukannya keluar bersama teman-temannya. Aku sedikit heran... apakah dia penyendiri? Apakah tak ada teman disini yang dekat dengannya? Kemudian yang aku lakukan adalah menggodanya dan mencoba melucu di hadapannya. Lalu apakah reaksinya? Tak pernah kulihat dia memperlihatkan giginya hanya untuk sekedar tertawa, dan yang dia lakukan adalah tersenyum... dan betapa indah senyumnya!

Kau mungkin curiga bahwa aku adalah manusia gila yang berusaha untuk mendekatkan diri pada dia yang saat itu belum berada di gerbang kedewasaan. Tapi percayalah padaku, aku hanya menggodanya sama seperti yang aku lakukan pada bocah-bocah kecil lainnya. Tak pernah terlintas di benakku bayangan untuk memilikinya... setidaknya untuk saat itu. Melihatnya tersenyum pun sudah cukup untukku.

Lalu kemudian dia dan keluarganya pindah kembali, walaupun tempatnya tinggal tidaklah terlalu jauh dari pemukimanku. Kesempatanku bertemu dengannya hanyalah pada saat aku berkunjung ke toko ibunya, dan seiring perjalanan waktu, semakin besar dan cantiklah dia. Aku mulai terang-terangan menyatakan ketertarikanku kepadanya, yang aku suarakan langsung di depan ibunya. Bila mendengar perkataanku, ibunya hanya tertawa saja dan berkata bahwa belum cukup usia dari dia untuk memiliki kekasih, karena nantilah akan tiba waktunya!

Aku tidak berharap banyak bahwa dia akan memilihku, baik saat itu maupun nanti...

Betapa tidak? Dia masih tetaplah Nina yang dulu, yang selalu terlihat tidak nyaman saat aku datang, dan kadangkala malah buru-buru bersembunyi sekelebat kala bayanganku hadir! Tapi maaf, kau tidak bisa mengubah perasaanku kepadamu hanya dengan perbuatan seperti itu. Aku menyayangimu tulus, dan apabila aku tidak dapat bersua denganmu, cukuplah berita tentang engkau yang kudengar dari yang lain. Tahukah engkau bahwa aku mengetahui banyak hal tentang dirimu? Aku tahu betapa pemalunya engkau di hadapan lelaki (bukan hanya aku saja). Aku pun tahu bahwa kau menyukai kata-kata indah (bukankah semua wanita seperti itu?)... demi mengetahuinya, malah bertambah besarlah rasa sukaku kepadamu. Inilah wanita yang hanya satu dari selaksa! Wanita yang mempesona dengan sifat dan kebiasaannya yang tidak biasa, Wanita yang sibuk berkelana di alam ilmu kala yang lain bersuka ria dengan sesamanya, dan wanita dengan keimanan yang membuatnya tambah mulia...